Musim liburan di 2024 lalu, Brat memang menjadi standar meme dan fenomena dimana-mana termasuk Indonesia walaupun pendengar musik Indonesia ada yang tidak tahu Brat setidaknya cover albumnya dengan latar hijau dan font yang simple menjadi standar meme sampai saat ini. Brat menjadi ikon pop culture sepanjang dekade ini dan menginfluence musik hyperpop untuk beberapa musisi seperti PinkPantherees dan juga bahkan musisi Indonesia, Naykilla. Bagaimana dengan Wuthering Heights? adalah betapa alami dan khas rasanya album ini. Ini memang bukan Brat. Sound di album ini menjangkau lebih dalam lagi, dan dieksplorasi lebih gelap dan menghasilkan seni yang valid, sinematik dan berharga dalam prosesnya. Menjadi Soundtrack Album di film yang berjudul sama membawa lanskap dan vibes khas zaman Medieval dipenuhi dengan nuansa Y2K menjadi satu. Sutradara film ini "Emerald Fennel" terkenal dingin dan merenterpresi sinematik musik Charli dengan mentah, liar, seksual, gothic, disiksa dan kesan Inggris yang kuat.
Hebatnya suara distorsi musik ini terasa sekali seperti di influence dari Nine Inch Nails. Dengan menawarkan alam semestanya sendiri dikemas dengan gaya musik Charli. Lagu pembuka "House" juga merupakan lagu electronic yang sinematik. Musik string nya membingkai rasa sakit, distorsi bertemu melodi, dan di suatu tempat di tengah dan akhir ledakan Charli membangkitkan vibes pada lagu ini. Ini bukan album "Anti-Pop. Seringkali, penulisan lagu Charli disampaikan secara eksplisit dan ekspresif. Di lagu "Wall of Sound" adalah konstruksi nada dan tempo yang kuat tapi ini dengan sentuhan yang berbeda daripada Charli sebelumnya. "Dying For You" menampilkan energi musik rave, tempo dropbeat yang stabil dengan ala hyperpop-nya Charli. "Always Everywhere" terasa seperti lagu "360" versi sinematik untuk layar lebar dengan pendekatan lagu yang lebih mendalam. "Chains of Love" adalah pertunjukan vokal Charli yang secara mengejutkan, menakjubkan. Seperti Melodrama abad 25 dengan dirancang ulang untuk visi era Victorian Gothic. Meskipun filmnya sendiri adalah kisah cinta yang menyimpang dan penuh nafsu, albumnya sering kali melampaui batasan-batasan tersebut. Berbeda dengan unsur Brat, Wuthering Heights tahu kapan harus temponya bermain dengan lambat dan cepat. Album berdurasi 35 menit adalah sarana bagi Charli XCX untuk sepenuhnya melepas diri dari era Brat. Namun musik itu sendiri jauh lebih bermanfaat untuk dia mendefinisikan hal yang lebih raw, aneh dan fantasi gothic yang gelap namun transformatif. Ini adalah sebuah album reset menuju era Glory dia yang sinematik.
Dirilis : 13 Februari 2026
Label : Atlantic
Durasi : 34 menit
Produser : Finn Keane, Nathan Klein, Justin Raisen, Lewis Pesacov



Comments
Post a Comment