x 100Pre memang menjadikan nama Bad Bunny terkenal dengan single hits worlwide nya bersama nama besar Drake. Tetapi album ini mengubah Bad Bunny menjadi BAD BUNNY yang kita kenal sekarang menjadi fenomena global. Di Indonesia mungkin namanya tidak terlalu dikenal tapi beberapa lagunya sempat menjadi trending di sosial media dunia termasuk Indonesia. Dengan gaya originalnya sekarang, artis Puerto Rico itu merilis album di tahun 2020, awal dari bencana pandemi COVID-19. Dimana ruang pesta dibatasi tetapi ruang ekspresi semakin terbuka lebar untuk beberapa seniman termasuk Bad Bunny. Album ini mendapatkan kedudukan tertinggi pertama untuk dirinya, memecahkan rekor, dan menyelamatkan kita atas kejenuhan pada pandemi saat itu. Tak banyak yang bisa melakukan gambaran dari pikirannya. Dibuka dengan gambaran momen pesta dan bunuh diri secara bersamaan. Tema itu ada pada lagu Si Veo a Tu Mamá sebagai hidangan pembuka album ini. Kita melihat seorang pemuda putus asa, berdiri diatas pangku dan menatap melalui jerat, siap gantung diri sementara pesta bergerumuh di sekelilingnya. Ia diselamatkan oleh bocah laki laki yang penuh empati yang memahami rasa sakitnya, dan memperkenalkannya pada obatnya, dan obat itu adalah lagu dari Bad Bunny ini. Ini adalah pilihan yang mengerikan untuk lagu pesta, dengan ketukan basic reggaetón tetapi dengan irama ala bossa nova adalah langkah yang berani dan unik untuk genre ini. Ini selaras dengan judulnya YHLQMDLG (Yo Hago Lo Que Me Da La Gana), dengan artinya "Saya melakukan apapun yang saya inginkan". Bad Bunny mungkin paham bagaimana caranya bersedih, tetapi dia juga tahu jalan menuju keselamatan adalah percaya pada dirinya sendiri, dan dengan itu, dia dapat melakukan apapun yang ia inginkan dan melakukannya dengan angkuh.
La Dificil adalah salah satu trek yang menunjukkan evolusi penulisan lagu Bad Bunny dalam menggambarkan karakter perempuan dengan lebih dalam. Bercerita seorang ibu yang single mom yang bekerja sebagai model video dewasa untuk menghidupi dirinya dan anaknya. Narasi ini jarang kita tahu dalam musik reggaeton yang biasanya adalah gambaran seksual dan objektivitas perempuan dengan stereotipe negatif. Di lagu ini menggambarkan seorang perempuan yang memiliki kompleksitas dalam hidupnya dan disamping itu dia punya nilai diri yang tinggi dan tidak sembarang tunduk pada taktik lelaki. Pero Ya No menunjukkan sisi kematangan Bad Bunny untuk move on dari seseorang yang pernah sangat berarti dalam hidupnya. Trek yang dipengaruhi oleh musik Trap R&B ala Drake ini menunjukkan lirik yang tajam dan memorable, seperti di salah satu liriknya menjelaskan bahwa dia tidak bisa ditangkap lagi seperti Pokemon adalah penulisan yang cerdas dan relateable. Lanjut di La Santa adalah pertemuan dua seniman yang membawa gelombang Reggaeton, Bad Bunny bersama Daddy Yankee. Ini adalah perayaan pertemuan dengan chemistry yang sempurna. Di lagu ini bercerita tentang hubungan dia dengan wanita yang ia kenal seharusnya hanya seks atau biasa kita sebut FWB, tetapi wanita mulai menginginkan sesuatu yang lebih serius. Kolaborasi ini sangat catchy dimana pembagian porsi menyanyikannya saling membalas dan bergantian dalam hooknya. Bad Bunny mengaku belajar banyak dari Daddy Yankee sekaligus trek ini adalah rasa hormat dari sang rookie. Di lagu Yo Perreo Sola adalah lagu paling penting secara gambaran politik dan sosial pada album ini, sekaligus dalam lanskap musik Reggaeton yang mengangkat gambaran ini. Lagu ini merujuk pada gerakan di Amerika Latin yang melawan kekerasan berbasis gender. Ini adalah anthem untuk perempuan yang ingin menikmati malam mereka tanpa diganggu oleh lelaki. Di Indonesia dimana isu pelecehan seksual dan kekerasan berbasis gender juga sangat relevan menjadikannya bisa ditangkap secara universal. Ini juga menjadi masalah yang terus menghantui Reggaeton, dimana kontributor perempuan sering tidak mendapatkan perhatian penuh yang layak mereka terima dan hanya sebagai objektivitas. Sepanjang album ini kita diberi gambaran sisi lain perempuan dalam musik-musik latin, seperti Reggaeton. Ini juga dibahas di lagu Bichiyal dengan irama Reggaeton yang lebih gelap dan hypnotic dengan beat ala Old-School 90an dan awal 2000an, yang diartikan sebagai Bicha (perempuan kelas atas yang sombong) dan yal (istilah yang dulunya untuk perempuan kelas bawah). Menurutku memahami lagu ini kita harus paham konteks budaya Puerto Rico dan mengapresiasi lagu ini. Menurutku lagu ini menceritakan wanita yang hidup diantara dua sisi. Kehidupan privilege dari kelas menengah atas di Puerto Rico dan pengalaman yang kelam dari komunitas termiskin di pulau ini. Ironinya wanita ini hidup dalam posisi atas, tanpa benar-benar memahami diskriminasi yang dialami oleh wanita lain.
Mungkin pada tahun 2020 lagu yang menjadi trilogi adalah album Taylor Swift pada album Folklore. Tetapi ternyata bila kita tahu kalau album ini dirilis lebih awal dibanding album itu Bad Bunny melakukannya lebih awal. Trek Solia, La Zona, dan Que Malo membentuk semacam trilogi di tengah-tengah album secara berurut sembari fokus dengan vibe dan atmosfer musiknya. Solia menggambarkan wanita yang datang ke klub sendirian dan menolak perhatian dari lelaki yang tertarik padanya. Dia memposting video di Insta Story-nya, menunjukkan bahwa dia lebih peduli pada presentasi digital daripada interaksi manusia, gambaran yang cukup relateable pada awal 2020an bukan? La Zona melanjutkan narasinya dengan mendeskripsikan rutinitas mingguan sang wanita itu. Berpakaian dengan fashion yang berbeda untuk malam yang berbeda dan menyebutkan tempat-tempat klub terkenal di Puerto Rico. Lagu Que Malo adalah kegiatan wanita itu dengan klub-klub yang ia kunjungi di Puerto Rico. Bad Bunny memberi napas kepada kita untuk hanya merasakan beat groove Reggaeton tanpa harus fokus pada lirik, seperti lagu-lagu Reggaeton umumnya. Ini adalah langkah yang cerdas untuk merubah transisi musik yang biasanya terasa belang-belang di album, seperti musik Pop apalagi Reggaeton. Vete adalah titik perkembangan musik Bad Bunny kedepannya dengan beat trap yang moody tempo mid dengan Bad Bunny menyanyi dengan rap alanya. Lagu ini sebagai bentuk keinginannya seseorang untuk keluar dari hidupnya. Ia bernarasi pada lagu ini membicarakan kehilangan pekerjaannya, perubahan tubuhnya yang semakin tidak beraturan. Apakah kita pernah dengar lagu Reggaeton seperti ini? Sepertinya jarang bahkan terasa seperti tidak ada seperti ini. Semakin lama kita mendengarkan album ini semakin tahu arah gaya musik Bad Bunny di album-album selanjutnya, ini juga menjadi perubahan musik Reggaeton dalam segi narasi dan beat yang moody. Tidak seperti Reggaeton sebelum 2020an yang kental dengan ketukan beat yang punchy dan berada di high tempo. Ignorantes adalah salah satu contohnya. Lagu ini mempunyai komposisi musik itu. Liriknya tetap patah hati. Menggambarkan penyesalan kehilangan cinta masa lalunya tetapi juga mengakui bahwa hubungan mereka tidak diambil dengan serius.
A Tu Merced adalah salah satu trek yang menarik di album ini dan paling jujur secara konteks seksual. Ia jujur memiliki beberapa gadis yang menghubunginya dan dia juga berhubungan dengannya, tetapi dia hanya bisa memikirkan satu orang tertentu dan diatas belas kasihnya. Musik yang smooth dengan musik R&B membuat lagunya sangat groovy dan intim. Liriknya memiliki porsi pemahaman yang pas, tidak mencoba untuk membungkus hasrat dalam metafora yang berlebihan, tetap dengan kesan eksplisit ala musik Reggaeton dan Bad Bunny. dia mengakui bahwa dia bukan pria yang romantis dan setidaknya dia tidak berpura-pura. Una Vez memiliki produksi musik paling atmosferik pada album ini. Dengan siulan-siulan dan melanjutkan ambience Reggaeton pada umumnya. Lagu ini juga sebagai blueprint di beberapa lagu Bad Bunny, kita bisa dengar di outro lagu ini dengan kesan hypnotic ala dia. Lagunya mempunyai tema yang sama pada lagu La Santa, ia hanya ingin merasakan seseorang (konteksnya bisa luas) hanya dalam satu malam meskipun ia dan orang itu tahu bahwa itu salah. Safaera adalah mahkota permata di album ini. 5 menit kolaborasi yang epic yang digambarkan sebagai "Reggaeton Symphony" karena produksi musiknya lebih jauh kompleks dalam musik Reggaeton. Lagu ini memiliki komposisi yang kompleks seperti; 8 kali pergantian beat, 5 flow rap yang berbeda, dan 10 tahun referensi musik Reggaeton. Sample milik Missy Elliot Get Ur Freak On. Liriknya sangat eksplisit dan para kolaboratornya disini termasuk Bad Bunny tidak memegang diri masing-masing, mereka menyatu secara gamblang dalam satu lagu. Jelas ini adalah lagu eksplisit seksual yang gamblang dengan eksperimen yang jarang ada di lanskap musik Reggaeton modern. Sebagai pendengar Indonesia, Safaera adalah mengingatkan kita pada DJ, musisi dan produser juga suka membuat megamix yang melompat antar era dan style, ini adalah tradisi universal dalam kultur klub. 25/8 adalah salah satu highlight track di album ini. Dengan produksi musik yang hyper dengan rap yang berenergi. Judulnya sendiri adalah permainan kata atau biasa disebut Wordplay dari 24/7, menunjukkan Bad Bunny bekerja berlebihan sepanjang waktu. Ini adalah tentang etika kerja yang melelahkan, tentang kebenaran yang tidak terlepaskan meskipun sudah mencapai kesuksesannya. Dia mereferensikan karakter dari show meksiko "El Chavo Del Ocho" yang populer di Amerika Latin termasuk Puerto Rico. Build musik yang lambat diawal dan transisi ke high note memberi kesan thrilling pada lagu ini.
Esta Cabron Ser Yo adalah contoh musik Reggaeton yang dapat akrab dengan musik Trap Latin dan ala Travis Scott (Ini terbukti dengan kolaborasi Travis dengan Rosalia), disini dia mengajak musisi terbesar dalam musik Latin Trap, Anuel AA. Lagu ini berbicara tentang kesulitan yang datang dengan ketenarannya dan kesuksesannya sebuah tema yang akan Bad Bunny eksplor lebih jauh kedepannya di album ini termasuk pada diskografi musiknya. Puesto Pa' Guerrial adalah contoh gebrakan dirinya dan musik Latin secara general. Bersama Myke Towers rising stars dari musik Reggaeton mereka mendeklarasikan perang secara metaforis dalam industri musik dalam konteks underground music. Bad Bunny membuat referensi ke Alex Cora, mantan manajer Puerto Rico dari Boston Red Sox yang dituduh mencuri gaya musiknya dari tim rivalnya, membandingkan mereka yang mencoba meniru style musiknya dari Tactics Cora. Ini adalah gaya musik West Coast yang sering kita dengar tetapi dengan nyanyian rap spanyol menambah kesan unik dalam lanskap musik Latin Modern. Album ini semakin gelap dan gloomy, ini kita rasakan pada lagu P FKN R. Lagu paling eksplisit dengan narasi nasionalisnya. Lagu ini adalah surat cinta untuk Puerto Rico (ini menjadi ciri khas si kelinci nakal untuk album selanjutnya) yang tidak menyembunyikan realitas keras dari kehidupan di pulau itu. Kolaboratornya Arcangel mengakui aspek negatif yang sering diasosiasikan di area itu penggunaan narkoba dan gang kriminal yang berbahaya tetapi tetap mengekspresikan rasa cinta abadi untuknya. Hablamos Manana adalah eksperimen paling berani di album ini dan sepanjang diskografi musiknya. Lagu ini dimulai dengan musik seruling synth dan beat punchy memegang akar dari Reggaeton-nya. Tapi kemudian, sesuatu yang tidak terduga bertransformasi jadi Rock Anthem dengan gitar yang bergemuruh. Lagu ini adalah bukti bahwa sang kelinci satu ini tidak takut pada batasan musik umumnya. Dimana musisi Latin Trap bermain dengan formula aman, Bad Bunny mengambil langkah yang berisiko untuk beberapa fansnya dan menempatkannya pada kesukaan yang artistik dan eksperimental. Transisi ini mulus ke hidangan penutup album ini dengan petikan gitar di akhir lagu dan menjadi pengiring di lagu <3. Ini adalah surat cinta atau statement penutupan kepada penggemarnya dan pendengar umum bahwa dia sedang beristirahat dan berencana membuat album lagi. Dia berkata "Album ini menakjubkan, aku membuatnya kalian dan dalam sembilan bulan aku akan kembali dan rilis yang lain/ Untuk pensiun dengan tenang seperti Miguel Cotto). Dia mengakui bahwa ketenarannya telah membuatnya sakit walaupun meskipun begitu, ia tetap humble. Ia bernarasi bahwa ia tidak ingin jadi tuhan dan tidak ingin menjadi raja. Ia pun juga berterima kasih kepada orang tuanya yang pernah merendahkannya yang membentuknya seperti ini dan melakukan apa yang ingin ia lakukan. Ini adalah ending yang perfect pada sebuah album terutama untuk musik Reggaeton atau Latin Trap.
YHLQMDLG bukan hanya salah satu album reggaeton terbaik tetapi adalah bukti fenonema kultural yang mengubah lanskap musik latin di kancah global. Sebagai pendengar musiknya di Indonesia, ini bisa jadi gambaran bahwa seni yang bagus tidak terbatasi oleh bahasa apapun. Album ini sukses bukan merubah tatanan bahasanya menjadi bahasa inggris. Album ini membuktikan wujud percaya pada dirinya dan mengungukuhkan kultur nya bisa menjadi fenomena global tanpa harus dibatasi ruang bahasa dan terpaksa. Album ini menjadi sebuah pembelajaran dalam dunia musik untuk menuju lanskap global dengan menjual autentik pada seninya, akar kultur musik yang dikukuhkan, dan audiens global yang haus dan lapar dengan perspektif musik yang berbeda. Menggambarkan paradoks genre musik yang digambarkan dengan perspektif negatif menjadi lebih retaletable dan lebih manusiawi. Ini adalah salah satu permata musik di era 2020an sepanjang ini dan berada di posisi puncak untuk musik yang mendombrak lanskap global dengan membawa khas kulturnya.
Lagu yang harus didengar : Semuanya
Genre : Latin Trap, Reggaeton
Durasi : 1 Jam 5 Menit
Label : Rimas
Produser : Tainy dan Bad Bunny (produser utama)

Comments
Post a Comment