Tahun 2025 memang banyak genre dan musik-musik yang bagus. Tapi secara yang bener-bener kasih impact di kancah musik global rasanya ngak afdol kalau album Debi Tirar Mas Fotos (mungkin penulisannya salah) menjadi salah satu dan yang terbesar kasih impact di ranah ini. Bad Bunny atau kita bisa panggil namanya "Benito" bikin manifesto budaya, surat cinta untuk tanah kelahirannya, Puerto Rico. Pernyataannya yang secara artistik ini sampai membawa pulang trofi Grammy Awards tahun ini di kategori Album of The Year dan menjadikannya album berbahasa non-inggris pertama dalam sejarah. Bahkan dia menjadi bintang utama di panggung Super Bowl LX Halftime Show tahun ini menjadi salah satu momen di ranah musik bersejarah dan menjadi paling bersejarah di dekade ini. Album ini juga gak lepas dari penilaian yang bener-bener positif di kritikus musik yang biasanya kasih kritikan tajam kayak Pitchfork. Apa yang buat album ini benar-benar menjadi salah satu ikonik dalam sejarah musik? Apakah album ini bisa jadi blueprint untuk musik non-inggris termasuk Indonesia?

Album ini dibuka dengan tributnya untuk komunitas Puerto Rico di New York bernama Nuyorican. Musik Hip-Hop sering pake cara ini, campur sample lagu klasik era 50an sampai 70an, dan mix ke musik mereka. Bad Bunny memperkenalkan musik Dembow yang mungkin kurang umum dipakai selama ini. Dia ngegambarin esensi komunitas Latin American dengan identitasnya sendiri. Dari awal kita sudah diperkenalkan identitasnya di lagu "Nuevayol". Lalu dia berjanji akan pulang ke kampung halaman di lagu "Voy a Llevarte Pa'PR" dengan beat ala reggaeton klasik yang biasa kita dengar tetapi diiringi synth yang spacey mengajak kita ngerasain vibes Puerto Rico seperti apa. Seperti biasanya genre Reggaeton sering membahas wanita yang dicintai ini bisa kita maklumi banget karena membawanya benar-benar secara kultural aslinya.

Lanjut ke trek terbaik di album ini bahkan lagu terbaik tahun ini, "Baile Inolvidable". Sebuah lagu salsa 6 menit dengan nyanyian trap Benito dan grup musik yang beranggotakan masih sekolah di kota kelahirannya, San Juan. Formula musik salsa seperti ini sudah lama diinginkannya dan menunggu momentum yang tepat, dan akhirnya sebuah mahakarya musik latin modern yang mempunyai idenditasnya sendiri. Simbolis yang powerful dari generasi tua, generasi baru, dan musik jadi jembatan antar waktu. Bahkan sekelas Pitchfork yang terkenal kritis dan pelit pujian, secara terang-terangan lagu ini adalah lagu yang sempurna. Ini juga didukung oleh video klipnya yang simple dan menarik. Bad Bunny versi tua membayangkan dirinya masih muda belajar menari di kelas salsa, lalu wanita yang sudah ditinggalkannya (entah apakah telah tiada?) mengajaknya berdansa, lalu diakhir video setting berubah lagi ke ballroom stage perform live dengan full band sambil bernyanyi, main piano dan berdansa lalu diakhiri dengan buyarnya pandangan khayalannya, sederhana tapi mengena di hati. Ini adalah lagu terbaik tahun ini dan salah satu terbaik sepanjang dekade ini.

"Perfumito Nuevo" adalah reggaeton ala Bad Bunny, Synth Pop yang keras dan template beat reggaeton yang biasa kita dengar menjadi standar genre musik ini naik kelas. Lanjut ke "Weltita" dengan sound musik tropical diramu dengan musik house adalah langkah eksperimen Bad Bunny di album ini. Sepertinya ramuan musik yang ada di album sebelumnya "Un Verano Sin Ti" terlebih lagi di lagu "Ensename Bailar" membawanya lanskap musik electro lebih jauh. Makin kesini musik-musik club banger makin kerasa terdengar dan mengingatkan album "YHLQMDLG" yang memberi tribut kepada musisi legend di ranah Reggaeton di lagu "Velda". Disini Omar Courtz dan Dei V benar-benar dikasih ruang untuk menunjukkan musik reggaeton yang benar-benar related pada kultur budaya Puerto Rico. Lanjut ke "El Club" dengan musik house dengan sedikit bumbu pyschedelic dan rap ala musik "Trap" dengan khas dari Benito satu ini. Tapi mulai akhir lagu transisi musik ke tempo yang lebih lembat diiringi dengan musik latin yang khas adalah bumbu yang tepat kalau kita labeli lagu ini "Emotional Banger Music".
Mungkin kalau sekali denger lagu "Ketu Tecre" ini memang kerasa kayak musik standar ala Reggaeton. Tapi apakah itu memang akar musik Puerto Rico? Tapi akhir-akhir agak-agak dimainkan sama Bad Bunny sama tempo synth yang berubah-ubah. Liriknya pun juga selaras dengan apa yang dikatakan "standar". Bad Bunny disini ngebawa lirik dengan jujur dan percaya diri dengan mantannya yang toxic (banyak yah mantannya dia ini hahaha). Sepertinya album ini kasih tema antara luar angkasa dan Puerto Rico, ini dilanjutkan di lagu "Bokete". Musik synth dengan vibes spacey diawal di mix dengan nyanyian rap ala musik Trap-nya Bad Bunny kasih penegasan lagi bahwa musik latin itu luas dengan eksperimental seperti gaya musik Amerika dan negara lainnya. Digabung dengan musik ala bachata dengan tempo yang lebih lambat ini adalah lagu dari Benito yang kasih kesan "vibing" sambil berdansa pelan. Kesan personal di album ini juga terasa di lagu "Kloufrens". Lirik lagu yang related dalam percintaan jaman sekarang karena menjelaskan fitur "Close Friend" di Instagram hahaha. Coba deh bagaimana kita mau move on kalau kamu masih jadi bagian lingkaran hijau di story Instagramnya. Gimana mau move on kalau sudah pernah liat hal-hal privasinya dia? Musik Reggaeton memang sering menjelaskan tentang wanita dan kesan sensual, tapi Bad Bunny kasih kesan tema seperti ini jadi lebih personal, terkhusus untuk lagu ini. Di lagu "Turista" kalau diartikan judulnya ke bahasa Indonesia itu "Turis". Tapi disini turis adalah metafora yang bisa jadi ke mantannya, Kendall Jenner. Kendall bagaikan turis yang datang ke Puerto Rico untuk sementara dan pergi. Trap ketemu akustik Latin dan mengenang mantannya cocok banget didenger pas keliling-keliling kota larut malam.

"Cafe con Ron" adalah lagu vibes klasik yang cocok didenger di acara gathering keluarga terkhusus di Puerto Rico. Karena lagu ini juga Grup yang menjadi kolaborasinya "Los Pleneros de la Cresta" langsung mengalami lonjakan dari puluhan ribu pendengar bulanan jadi 12 juta di Spotify. Makna lagu ini simple, tentang pesta keluarga disana. Ngomongin tiap pagi ngopi, berkumpul, berfoto dan membuatnya kesan erat yang kita rasakan juga di acara kondangan atau acara keluarga di Indonesia. Semakin kesini musik di album ini lebih terasa tradisional akan musik Latin. "Pitorro de Coco" adalah salah satu lagu terkuat di album ini. Genre Jibaro adalah musik folk dari pedesaan di Puerto Rico. Dirilis pas sehari sebelum natal dan dekat dengan tahun baru, Bad Bunny menggambarkan kesan kontras antara kegembiraan dan kesepian. Pada saat orang berpesta di malam tahun baru, dia malah terdiam duduk dan meratapi kesedihan dengan keadaan sekarang dan memori tahun lalunya. Ini adalah sisi lain dari lagu dia sebelumnya "Si Veo a Tu Mama" dimana di lagu itu Bad Bunny menyemangati orang yang merasakan perasaannya saat ini. "LO QUE LE PASO A HAWAii" adalah lagu paling politis dan menjadikan kandidat kedua lagu terbaik di album ini dan bisa jadi yang terbaik seiring mendengarnya secara terus-menerus. Penampilan Ricky Martin nyanyi lagu ini benar-benar kasih makna simbolis dan pergerakan imigran Amerika Latin. Lagu ini adalah statement keras ke Amerika bahwa nasib Puerto Rico hampir menuju sama seperti Hawaii. Monarki di Hawaii di tahun 1893, invasi Hawaii 1898 dan ini terjadi juga di Puerto Rico, 1959 menjadi negara bagian Amerika Serikat dan bahasa Hawaii menjadi hampir punah karena identitas budaya yang terpinggirkan. Lagu ini benar-benar menusuk hati untuk warga disana dan bisa related juga ke kita walaupun bukan warga Puerto Rico. Musik dengan Genre Jibaro menarik untuk diulik sepertinya. Setelah kita larut dalam kesedihan, "Eoo" semakin menarik untuk didengar saat penampilannya di Superbowl. Ini adalah lagu identitas Reggaeton dan cocok untuk didengar di klub-klub, memang tema sensual tidak bisa lepas dari musik Reggaeton tapi bukankah itu adalah energi di genre ini?

Kalau lagu ini adalah lagu yang paling bisa melekat secara internasional "DtMF". Coba deh gimana perasaanmu kalau kamu jarang foto bareng kekasihmu dulu waktu di kampung, terus kamu harus merantau dan balik ke kampung dia udah ngak ada? Lagu ini menceritakan hal itu dengan singkat di hampir 4 menit, seharusnya lebih panjang lagi. Lagu ini jadi jantung di album ini bukan hanya sebagai title track di album ini "Debi Tirar Mas Fotos", nostalgia memang bisa dipikirkan dan dirasakan setiap waktu, tapi objeknya atau hal yang bikin kita nostalgia telah pergi dan belum sempat kita abadikan apakah bisa kita ulang? Kita bisa tarik tema "mantan" menjadi orang yang kita sayangi di kampung telah pergi, bagaimana rasanya? Foto disini jadi simbol pembuktian dan tidak bisa dianggap biasa saja karena kenangan adalah hal yang mahal bagi manusia. Beat Nintendo disini juga jadi simbol kenangan lama dengan musik Plena khas Puerto Rico menjadi kerasa personal didengar. Bagian terbaik di lagu ini orang-orang juga ikut bernyanyi di bagian "Debi tirar mas fotos de cuando te tuve/ debi darte mas besos y abrazos las veces que pude/ Ojala que los mios nunca se muden/ Y que tu me envies mas nudes" artinya? Coba cek kerasa dalam tapi sederhana. Penutup di album ini "La Mudanza" cocok sekali jadi hidangan penutup. Lagu ini dibuka dengan pidato yang menceritakan asal-usul keluarganya. Ayahnya Benito “Tito” dari Vega Baja, kerja nyetir truk seperti garis keluarga, dan ibunya Lysaurie “Lisy” yang ayahnya temui saat membantu teman pindahan lalu musik berganti menjadi salsa dan bachata adalah penutup sempurna.
Oke sebagai penutup aku mau bilang kenapa album ini bisa jadi patokan untuk musik di Indonesia. Negara kita sudah mulai gabungkan musik Indonesia ke beberapa elemen musik yang lain kayak HipDut dari Tenxi & Jemsii dan Naykilla, terus Reza Arap yang gambungkan musik gamelan dicampur EDM sebagai bumbu utamanya. Tidak ada keterbatasan bahasa untuk menjadi Internasional, bukti lagu dari Siti Badriah "Lagi Syantik" sudah nyentuk 700 Juta lebih di Youtube, lagu "Mangu" nyentuh di chart Spotify Global di Top 10, lagu hip-hop dari timur dan sekarang resmi menjadi genre Timurnesia bahkan musik ini melekat juga di budaya Puerto Rico dengan intonasi bicara dan musiknya sudah seakan menjadi template musik khusus, dan lagu-lagu yang angkat isu sosial dan politik seperti Feast. sudah banyak didengar dimana-mana, jadi "Debi Tirar Mas Fotos" bisa jadi patokan musik di Indonesia untuk go Internasional. Alasan kalau musik latin sudah mendunia dari dulu, bukankah ada proses awal dan perjuangan dari mereka-mereka? Apalagi visual seperti pohon pisang, budaya nongkrong, kursi plastik dan eratnya kekeluargaan dalam kultur budayanya juga related kita sebagai warga Indonesia? Album ini pun ngak bisa dipungkiri dapat impact untuk negaranya. Hotel dan Pariwisata menjadi naik keuntungannya karena penasarannya. Album ini mencetak sejarah musik di abad ini bahwa musik gak harus berbahasa Inggris, berbelit-belit cukup sederhana aja dan jujur. Karena penyesalannya kepada orang-orang yang pernah disayanginya tidak sempat mengambil momen saat dia meninggalkan kampung halamannya dan datang ke Puerto Rico untuk menyiapkan statement politiknya adalah bumbu personal di album ini. Trofi Grammy dan bola rugby di tangannya membuktikan dia adalah salah satu musisi paling penting di abad 21 ini. Benito walaupun tidak sempat mengambil foto momennya di kampung tapi dia telah membuat momennya sendiri yang tidak akan pernah pudar di album ini. Obra Maestra
Dirilis : 5 Januari 2025
Label : Rimas Entertaiment
Durasi : 1 Jam 2 menit
Produser : Tainy, MAG, dan banyak lagi.



Comments
Post a Comment