Skip to main content

Ranked Billie Eilish Albums from Worst to Best

 


Billie Eilish telah mengukuhkan dirinya dalam budaya pop berkat bakatnya yang luar biasa dan kemampuannya untuk terhubung dengan khalayak melalui musiknya yang unik dalam industri pop. Ia pun berhasil masuk dalam 100 album terbaik di beberapa artikel kritikus musik, termasuk daftar terbaik dari Apple Music. Sebuah prestasi yang luar biasa dalam industri musik untuk artis yang masih muda. Album debutnya When We All Fall Asleep, Where Do We Go? adalah salah satu album ikonik dalam industri musik di era Gen-Z. Ia menciptakan pop yang melankolis, keterbukaan tentang masalah mental, dan menciptakan trendsetter remaja yang unik. Billie langsung menjadi primadona dalam ajang Grammy pada waktu itu. Semua kategori utama adalah namanya. Jelas, tidak diragukan lagi bahwa ia adalah salah satu bintang terbesar pada abad ini. Seluruh diskografinya layak untuk didengarkan. Tentu butuh beberapa waktu kita untuk menentukan peringkat karena semua diskografinya begitu essensial. So here the list.

4. Don't Smile At Me


Setelah merilis lagu dan single nya di soundcloud, termasuk lagu yang menjadi pertanda terkenalnya Billie "Ocean Eyes", Billie merilis EP pertamanya pada tahun 2017. Meskipun Don't Smile At Me merupakan proyek yang hebat dan bukan menjadi debut album penuh pertamanya, terutama mengingat Billie yang masih berusia 15 tahun saat itu, ia semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir. Don't Smile At Me menyertakan lagu-lagu yang melankolis seperti "idontwannabeyouanymore", serta lagu-lagu yang lebih ceria dan eksperimental seperti "my boy". Tentu disini Billie masih berusaha menyeimbangkan antara lagu ballad dan lagu-lagu yang upbeat dan bertempo cepat. Tetapi dalam EP ini menjadi dasar bagi karya Billie Eilish dan Finneas untuk kedepannya.


3. When We All Fall Asleep, Where Do We Go?


Album debut Billie ini memang tetap dicintai dan pada waktu itu langsung diakui secara kritis dari EP sebelumnya. Album yang terinspirasi oleh pengalamannya dengan mimpi buruk dan mimpi yang jernih lalu mengeksplorasi tema-tema kesehatan mental, kecanduan narkoba, dan kegelisahan remaja. Khususnya, lagu-lagu seperti "Bad Guy" dan "When The Party's Over" mendominasi tangga lagu di berbagai dunia. Dengan atmosfer yang gelap dan menyeramkan, serta vokal serak Billie adalah salah satu gebrakan dalam sejarah musik pop. Album ini di dominasi oleh poin-poin tadi dan membuat Billie langsung menyambet 5 piala Grammy dari 6 nominasi dan menyapu semua kategori utama. Tetapi memang untuk pendengar awam diawal mungkin merasa aneh dan asing dengan produksi yang tidak biasa dan agak terburu-buru mengejar durasi agar tidak panjang. Secara keseluruhan, ini adalah hasil karya kakak beradik, Billie-Finneas yang membantu mengantar era baru pada musik pop saat itu dan saat ini.

2. Happier Than Ever


Pada album keduanya, Billie menjauh dari estetika gelap debutnya, untuk proyek yang lebih dewasa dan mendalam. Happier Than Ever membahas tentang naiknya popularitas Billie yang begitu muda, serta sorotan yang ia hadapi dari media atas tubuhnya, dan putus cinta yang dialaminya pada saat itu. Tema ini dibawa lebih dalam namun menghanyut dalam lagu-lagunya seperti "Your Power", Billie membahas topik-topik seksualitas dan pelecehannya oleh orang-orang yang mempunyai kuasa atas derajatnya. Selain itu, "My Future" dan "Therefore I Am" menunjukkan pertumbuhan dan kedewasaanya seiring bertambahnya usia. Sisi gelap Billie masih terasa pada lagu yang disebut kedua tadi. Bagi kebanyakan orang, ini adalah album yang masih kurang disukai dibanding album sebelumnya, karena trek yang banyak seakan membengkak dan tidak se kohesif sebelumnya. Tetapi produksi album ini jauh lebih baik dan dikuasai secara professional. Pada lagu "Happier Than Ever" adalah momen dimana kemampuan Billie dan Finneas meningkat jauh. Bernyanyi dengan tenang dan meng-whisper kita diawal saat ia merasakan sakitnya pada putus cinta diiringi dengan gitar yang melankolis. Transisi mulus ini mengamuk di akhir dengan gitar listrik yang menyeimbangkan ritme diawal dengan suara teriakan latar Billie yang sakit dan ditutup dengan distorsi ala "Karma Police"nya Radiohead. Lalu eksperimen Hyperpop terinspirasi dari Charli XCX namun dengan gaya musik melankolisnya Billie di "NDA". Dan ini adalah titik pematangan untuk sound Billie seterusnya. Cobalah denger album ini beberapa kali maka kamu akan merasakan sekali betapa naik kelasnya produksi pada album ini.

1. HIT ME HARD AND SOFT


Di dunia di mana tren datang dan pergi dengan sangat cepat pada industri musik yang harus melayani kemauan chart musik, Billie datang dengan berdiri tegak menjadi keaslian seninya yang tak tertandingi. Aku sudah pernah bahas di blog sebelumnya https://jmusic21.blogspot.com/2024/05/review-hit-me-hard-and-soft-taylor-bisa.html. Di usia yang 22 tahun ini membuktikan sekali lagi bahwa dia adalah bintang pop yang kuat dan harus diperhitungkan, termasuk Finneas sebagai produser. Meninggalkan isu-isu sosialnya dan fokus kepada masalah hatinya. Bila di Happier Than Ever adalah eksplorasi dengan bagaimana mematangkan soundnya, di HIT ME HARD AND SOFT seolah menjadi wujud pematangannya. "SKINNY" jelas bahwa Billie tidak puas berdiam diri berjuang melawan sisi gelap ketenarannya dan lebih berani mencurahkannya secara emosional dan berpetualang dengan sonik musik barunya. Ia terus lanjut tanpa henti, tanpa jeda pada lagu "LUNCH". Semakin kuat dia utarakan identitas dirinya dengan bassline Finneas yang menghentak, lirik yang nakal, dan hook yang terngiang di kepala. "CHIHIRO" sampai "BITTERSUITE" seperti lagu yang mempunyai dunia tersendiri, mengundangmu tenggelam dalam lanskap suara yang indah dan cerita yang hidup. "BIRDS OF A FEATHER" adalah pembuktian bahwa Billie dapat membawakan pop ringan dengan tetap mempertahankan esensi gaya suaranya dengan musik synth dan drum machine yang catchy dan easy listening. Dibalut tentang isi lirik cinta yang manis namun suram ditemani dengan latar whispering nyanyiannya dan tempo naiknya suara dari Billie (salah satu lagu mainstream terbaik sepanjang dekade ini). "WILDFLOWER" yang memilukan menggambarkan hubungannya yang rumit dengan referensi nama perusahaan mantan pacarnya. "THE GREATEST" adalah versi sempurna dari lagu "Happier Than Ever" dengan emosionalnya yang menggebu. "L'AMOUR DE MA VIE" dengan eksperimental jazz yang sinematik berubah di bagian keduanya menjadi Hyperpop dengan sangat emosional walaupun dengan efek autotune. Sosok pendewasaan pada tema album debutnya di "THE DINER" yang mengambil alih ketakutan mimpi buruknya dan menjadi dia sebagai pemerannya di dalam bayang-bayangnya. "BITTERSUITE" yang aneh dan menggoda menggambarkan kisah hubungan selebritas yang terjadi dalam balik pintu hotel. Dan "BLUE" adalah rangkuman kesedihannya, emosionalnya, kesabarannya dan ketidak berdayaannya, dengan penutup "But when can I hear the next one?". Yah kapan kita mendengar Billie selanjutnya. Secara musikal, album ini menawarkan penyempurnaan dari karya Eilish dan Finneas yang sudah mapan, memadukan keintiman akustik analog dengan elektronika yang dijalin dengan cekatan, vokal lembut Eilish di depan dan di tengah, campuran sensual dari vokal latarnya yang diolah dengan indah. Album ini bukan hanya bisa di pilih salah satu treknya dan diulang seterusnya. Tetapi satu lagu yang saling terkait dan mempunyai benang merah yang panjang menjadi sebuah album.

Comments

Popular posts from this blog

10 Lagu Balas Dendam paling Ikonik

  Lagu-lagu tentang belas dendam kebanyakan memanfaatkan emosi yang mentah tanpa diolah dan meledak begitu saja. Hal ini berkaitan erat tentang pengkhianatan, kemarahan, dan keinginan akan keadilan, dan menciptakan narasi kuat yang beresonansi dengan pendengar. Baik itu mengatasi patah hati, menghadapi penipuan, atau merebut kembali kekuatan pribadi, lagu-lagu ini mengeksplorasi kompleksitas balas dendam dengan cara yang dapat dihubungkan dan katarsis. Melalui berbagai genre, artis menggunakan tema balas dendam untuk menceritakan kisah pemberdayaan, ketahanan, dan transformasi. Menawarkan pendengar cara untuk menyalurkan pengalaman mereka sendiri dan menemukan kekuatan itu dalam musik. Berikut daftar 10 lagu tentang balas dendam yang aku pikir ikonik. Perlu diingat ini hanyalah konten list, jangan ke-trigger yah. 10. "Bad Blood" dari Taylor Swift ft Kendrick Lamar Ini adalah salah satu lagu pop tentang pengkhianatan dan keinginan untuk membalas dendam di abad ini. Dirilis pad...

Ranked Madonna Albums From Worst to Best

  Madonna adalah bisa dibilang petinggi pop yang masih konsisten sampai sekarang melintasi 5 dekade dengan masih aktif berperan dalam dunia musik, kita bisa dengar si Queen Of Pop ini di lagu milik The Weeknd "Popular". Ia telah mengubah lanskap arus musik saat ini. Madonna mampu memprediksi cara angin budaya dan merubah cara budaya pop saat ini. Dia membuat keanehan, kontroversi dan menjadi lanskap Pop Icon zaman sekarang. Ia dengan percaya diri merilis musik-musik yang mungkin terdengar aneh didengar pertama kali tetapi di masa depan itu menjadi formula musik pop di pasar mainstream. Semua yang dia lakukan memang tidak selalu sempurna dan juga meracik beberapa formula musik yang pernah ada. Tetapi nama "Queen Of Pop" bukan hanya sebagai tempelan bahwa dia menjadi musisi wanita pop tersukses sepanjang masa, tetapi menjadi simbol penting dalam budaya pop itu sendiri. Sejumlah langkah artistik nan kontroversi melampaui pada zamannya. Kita bisa lihat nama-nama besar y...

Review Album : Bruno Mars - The Romantic

Setelah menghabiskan paruh pertama dekade ini sebagai "tamu kehormatan" dan kolaborator paling dicari di industri musik pop, Bruno Mars akhirnya menanggalkan seragam sersan pesta-nya. The Romantic, album studio solo pertamanya dalam rentang waktu sepuluh tahun sejak rilisnya 24K Magic (2016), datang dengan beban ekspektasi yang luar biasa masif. Di atas kertas, album ini adalah sebuah surat cinta yang ditulis di atas lembaran wangi dengan tinta emas—megah, berlebihan, dan secara sonik nyaris tanpa cela. Namun, di tengah gempuran produksi yang memekakkan telinga dengan kesempurnaannya, muncul satu pertanyaan kritis: apakah presisi teknis mampu menyelamatkan sebuah romansa dari sterilitas emosional?  Untuk benar-benar memahami lanskap perilisan The Romantic, kita wajib membedah rekam jejak Mars yang luar biasa cemerlang belakangan ini. Ia adalah sang maestro yang membangkitkan arwah R&B era 70-an menjadi emas murni pemenang Grammy bersama Anderson .Paak dalam proyek Silk So...